Dua putaran dalam dua hari: catatan review Anda 22 September, lalu daftar susulan sesudah Anda
mencobanya sendiri. Semuanya sudah dikerjakan dan sudah digelar ke server uji.
Halaman ini mengikuti urutan catatan Anda supaya bisa dicocokkan satu per satu.
Website — 15 butir
Nomor mengikuti catatan review Anda 22 September. Butir yang menyangkut satu layar digabung menjadi satu kartu — misalnya 1.18a dan 1.18b, atau 5.3a sampai 5.3c.
1.18
Master Karyawan
Selesai
“Buatkan list dan form untuk pencatatan data ASN/pegawai … dibuatkan juga detail pencatatan pelatihan dan upload sertifikat, mirip seperti data relawan”
Menu baru Master Karyawan. Bentuknya meniru Master Relawan persis: daftar, formulir, lalu halaman pelatihan per orang dengan unggah sertifikat (jpg, png, atau PDF). NIP boleh dikosongkan — pegawai non-ASN memang tidak punya — dan yang menolak duplikat adalah NIP, bukan nama, karena dua pegawai boleh bernama sama.
5.3
Dokumen Bantuan — alur surat
Selesai
“Form pencatatan surat Sekda dan BKAD di buat seperti form tambah nota dinas … dan setiap proses terupdate di progres penanganan”
Alur suratnya kini enam tahap. Formulir Sekda dan BKAD mendapat pilihan status dan keterangan seperti nota dinas, masing-masing dengan pasangan statusnya sendiri. BKAD sebelumnya hanya punya satu status; Anda menyebut dua, jadi tahap “surat keluar ke BKAD” ditambahkan. Setiap penyimpanan menulis progres penanganan untuk tiap laporan penerima.
Daftar dokumen juga mendapat aksi Penerima, Surat Sekda, dan tombol penyelesaian progres — tombol itu kini muncul di semua formulir, bukan hanya di halaman rincian.
9.3 · 9.4
Personel terlibat
Selesai
“Di dalam form pencatatan data tambahkan personal terlibat yang di ambil dari master karyawan”
Blok Personel terlibat di Data Laporan Kejadian dan Pelaporan Lengkap, pilihannya diambil dari Master Karyawan. Karyawan nonaktif tidak ditawarkan, dan orang yang sama tidak bisa dimasukkan dua kali.
10.5
Approval RR
Selesai
“di menu verifikasi RR di berikan menu update progres … tambahkan personal terlibat”
Layar Verifikasi RR sebelumnya tidak punya mekanisme progres sama sekali. Sekarang ada blok update progres beserta riwayatnya, plus blok personel terlibat yang sama. Personel RR sengaja terpisah dari personel penanganan kejadian: dua bidang berbeda mengisinya pada waktu berbeda, jadi daftarnya tidak bercampur.
11.1
Laporan Bencana
Selesai
“Format laporan Excel dan PDF jenis laporan (Rekap) sesuaikan dengan file excel … (Detail) sesuaikan dengan file Detail”
Rekap mengikuti berkas Anda: seluruh kalurahan dikelompokkan per kapanewon, yang tanpa kejadian tetap tampil bernilai 0, tiap kapanewon ditutup subtotal, ditutup satu baris jumlah keseluruhan. Detail mengikuti 55 kolom berkas Detail. Saringan lama tidak diubah sebaris pun, sesuai permintaan Anda.
Kolom dampaknya dibangkitkan dari Master Dampak yang aktif — menambah atau menonaktifkan jenis dampak akan mengubah kolom laporan, tanpa menyentuh kode.
11.2
Laporan Penduduk
Selesai
“Detail berisikan atribut kependudukan yang ada di dalam database … Rekap di buat seperti laporan bencana”
Detail diperluas dari 10 menjadi 27 atribut. Rekap baru memakai batas umur yang Anda pilih: balita 0–5, anak 6–17, dewasa 18–59, lansia 60+, masing-masing dipecah laki-laki/perempuan, ditambah ibu hamil dan difabel.
11.3
Laporan Stok Barang
Selesai
“Buatkan laporan Stok barang, Pergerakan stok barang, transaksi barang”
Laporan ketiga ditambahkan pada tingkat nota transaksi. Berbeda dari pergerakan stok, laporan ini justru memuat nota yang dibatalkan beserta alasannya — itulah gunanya laporan transaksi.
11.4
Laporan Serah Terima (BAST)
Selesai
“Buatkan Laporan Bast Barang seperti BAST 1 & BAST 2 … filter no laporan kejadian, rentang tanggal”
Dua halaman per penyerahan persis contoh Anda, tanggal tertulis huruf. Halaman dokumentasi foto hanya dicetak bila ada fotonya — tidak mencetak kotak kosong.
Identitas pejabat penanda tangan diambil dari Konfigurasi Sistem. Selama belum diisi, bagian PIHAK PERTAMA dicetak bergaris kosong untuk diisi tangan — bukan nama contoh dari foto.
11.5
Kop laporan
Selesai
“Tinggal menambahkan kop laporan”
Kop resmi BPBD dipasang sebagai gambar pada Laporan Kejadian, menggantikan baris teks “PUSDALOPS BPBD KAB. SLEMAN”.
11.6
Laporan Korban Bencana
Selesai
“Buatkan laporan data korban bencana format excel dan pdf”
Disusun dari data korban yang sudah tersimpan, sesuai keputusan Anda karena berkas contohnya tidak ikut terkirim. Saringan “status” sengaja dipecah dua yang berlabel jelas: kategori korban dan status laporan.
Aplikasi — 3 butir
2
Jarak Merapi
Selesai
“Jika berada di zona bahaya maka kotak informasi berwarna merah, ketika berada di zona aman maka kotak berwarna hijau”
Kotak informasi dulu berwarna kuning untuk ketiga zona, jadi zona bahaya dan zona aman terlihat sama. Sekarang merah di zona bahaya, hijau di zona aman, kuning di zona waspada. Kontrasnya diukur, bukan ditebak.
8
Penyerahan Bantuan
Selesai
“diberikan dropdown barang dan isian data … setelah disimpan stok barang di gudang akan berkurang”
Tiga dari empat hal yang Anda sebut ternyata sudah ada: pemilih gudang, isian jumlah, dan pengurangan stok. Yang benar-benar belum ada adalah memilih barang di luar rekomendasi asesmen — sekarang ada “Tambah barang lain” dengan pencarian, terbatas pada barang yang benar-benar ada stoknya di gudang terpilih.
9
Notifikasi
Selesai
“saat di click di android keluar popup menu tidak tersedia … di email pun alamat selalu berisi -”
Tiga sebab berbeda, ketiganya ditutup. Notifikasi “Laporan baru menunggu asesmen” ternyata tidak membawa alamat tujuan sama sekali. Ketukan dari aplikasi yang mati tiba sebelum modulnya siap, lalu ditolak. Dan ketukan yang sudah berhasil pun dibuang lagi oleh pembersihan layar pembuka.
Alamat “-” bukan karena GPS: pencarian nama jalan berjalan sebagai antrean, sementara isi notifikasi sudah dirakit belasan baris kode sebelumnya. Sekarang alamat dirakit dari apa pun yang sudah diketahui — alamat ketikan, hasil pencarian, wilayah, atau koordinat yang bisa ditempel ke peta.
Putaran kedua — 4 butir
Dikirim sesudah Anda menguji hasil putaran pertama.
P2-1
Master Ancaman bencana
Selesai
“Buatkan master data untuk mencatat data ancaman bencana (diberikan menu untuk mencatat area by koordinat), data ini nanti akan di load di android maupun iOS, barang siapa memasuki area yang telah di buat, maka akan mendapatkan notifikasi ancaman bencana”
Menu baru Master Ancaman dengan dua bentuk area. Lingkaran: titik pusat diambil dari peta seperti Master EWS, ditambah radius — ini jalur yang bisa Anda pakai hari ini. Poligon: diunggah sebagai berkas KML, KMZ, atau GeoJSON untuk area presisi, memakai pengurai yang sudah dipakai zona KRB Merapi.
Web ini tidak punya alat menggambar poligon dan menambah pustaka peta baru bukan kebiasaan proyek — karena itu bentuk lingkaran ada, supaya Anda tidak menunggu alat gambar untuk bisa mulai.
P2-2
Ancaman di dasbor aplikasi
Selesai
“Di dashboard akan menampilkan ancaman jika memasuki area-area berbahaya”
Kartu ancaman muncul di Beranda dan bertahan selama Anda masih di dalam area, sementara dialog peringatannya hanya muncul sekali saat Anda baru memasukinya. Warnanya mengikuti tingkat ancaman, diambil dari tema aplikasi — bukan dari warna yang disimpan admin, karena nilai itu tidak dijamin terbaca.
P2-1b
Notifikasi walau aplikasi tertutup
Selesai
“notifikasi saat aplikasi tertutup sekarang juga”
Memakai geofence tingkat sistem operasi: sistem yang membangunkan aplikasi saat Anda melintasi batas area, bukan aplikasi yang menyalakan GPS seharian. Area berbentuk poligon didaftarkan sebagai lingkaran pembatas; begitu sistem membangunkan aplikasi, pemeriksaan presisi menentukan apakah notifikasinya jadi ditampilkan.
Sakelarnya ada di Akun dan bawaannya mati — memantau lokasi saat aplikasi tertutup adalah sesuatu yang pengguna pilih sendiri. iPhone membatasi 20 area sekaligus, jadi 20 terdekat yang didaftarkan dan disusun ulang tiap aplikasi dibuka.
P2-3
Master CCTV — menonton siaran
Selesai
“Tambahkan aksi untuk melihat streaming cctv seperti master pemantauan”
Tombol Tonton pada setiap baris, termasuk baris yang dikelola otomatis — baris itu justru siaran yang hidup, dan sebelumnya tidak punya aksi apa pun. YouTube dan HLS keduanya diputar tersemat di halaman.
Dibuat seaman mungkin sesuai permintaan Anda: tidak ada permintaan ke pihak ketiga sampai tombol ditekan, pemutar dihancurkan saat ditutup, dan pustaka pemutarnya dibundel sendiri — bukan dimuat dari CDN — sehingga aturan skrip situs tidak perlu dilonggarkan. Siaran RTSP tetap tanpa tombol karena memang tidak ada peramban yang bisa memutarnya.
P2-4
Popup pembaruan versi
Selesai
“untuk android dan ios tambahkan popup update jika ada update versi terbaru”
Dua tingkat sesuai pilihan Anda. Anjuran: muncul sekali sehari dengan tombol menuju halaman unduh, bisa ditutup. Wajib: bila versi di HP di bawah batas minimum yang Anda tetapkan, pemakaian ditahan sampai diperbarui — tanpa mengeluarkan pengguna dari akunnya. Teks dan tautannya berbeda untuk Android dan iPhone.
Batas minimum sekarang disetel 0 — belum ada yang ditahan sampai Anda memutuskannya. Nomor versi terbaru diatur dari Konfigurasi Sistem.
Perbaikan susulan
Ditemukan saat Anda menguji sendiri, diperbaiki di hari yang sama.
Kartu ancaman naik ke bawah Merapi — build 58
Selesai
“info warning ancaman ini di bawah merapi siaga. cek dulu apa sudah di implementasi”
Sudah diimplementasi sejak build 55 dan berjalan benar: datanya dari Master Ancaman,
hanya area yang aktif, disimpan di HP sehingga peringatan tetap muncul tanpa sinyal; kartunya bertahan
selama Anda masih di dalam area, sementara dialog hanya muncul sekali saat baru masuk — supaya warga
yang tinggal di dalam area tidak diberondong terus. Kalau ada area bertumpuk, yang ditampilkan yang
paling berbahaya.
Yang meleset letaknya. Kartu itu duduk di bawah cuaca, banner BMKG, dan kartu
peminjaman terlambat. Kalau ketiganya kebetulan tampil bersamaan, peringatan paling mendesak di halaman
itu justru terdorong keluar dari layar pertama. Sekarang kartunya tepat di bawah strip Merapi.
Ada celah lain yang ikut ditutup: banner BMKG punya uji yang mengunci posisinya,
sedangkan kartu ancaman tidak punya sama sekali — letaknya tidak ditahan apa pun dan bisa bergeser
diam-diam saat Beranda disunting lagi. Uji posisinya sudah ditambahkan, dan dibuktikan benar-benar
menangkap: dengan susunan lama uji itu gagal, dengan susunan baru lulus. 71 uji Beranda hijau.
Semua peta kelabu di build 56 — ditutup di build 57
Selesai
“di android semua peta tidak ada yang di load, sepertinya ada salah saat compile”
Benar, dan dugaan Anda tepat sasaran: letaknya memang di proses membangun, bukan di
kode. Kunci Google Maps tidak ikut terpasang ke dalam berkas build 56, jadi setiap layar berpeta
— Jarak Merapi, Peta Kejadian, titik lokasi laporan, area ancaman — tampil kelabu.
Build 57 dibangun dengan kunci yang benar dan menggantikan build 56 di halaman unduh.
Kenapa lolos: perintah membangun mengambil kunci dari sebuah berkas di server
yang ternyata belum pernah ada di sana, dan bagian perintah itu disetel untuk diam bila berkasnya
tidak ketemu — jadi kuncinya menjadi kosong tanpa satu pun peringatan, dan Gradle memang sengaja
membiarkan kunci kosong lewat supaya build untuk pengembangan tetap bisa jalan.
Sekarang build rilis gagal bila kuncinya kosong, dan pagar itu sudah saya uji dengan sengaja
menggagalkannya. Saya juga memeriksa isi berkas build 57 sebelum mengunggahnya: 18 pemeriksaan —
kunci peta, tanda tangan rilis, alamat server, dan izin lokasi latar — semuanya lulus.
Build 55 tertutup sendiri saat dibuka — ditutup di build 56
Selesai
“applikasi android saat di buka langsung forceclose”
Anda benar dan ini cacat saya. Pustaka geofence yang baru masuk di build 55 membawa
serta WorkManager, dan alat pengecil kode (R8) membuang satu konstruktor yang ternyata dipanggil
lewat refleksi — jadi aplikasinya berhenti sebelum layar pertama sempat tampil.
Aturannya sudah dipasang dan build 56 menggantikan build 55; isinya kini berjalan di build 57.
Kenapa tidak ketahuan lebih dulu: cacat ini hanya ada di build rilis.
Uji otomatis, analisis kode, dan menjalankan aplikasi dari komputer semuanya memakai build yang
tidak dikecilkan, jadi tak satu pun bisa melihatnya. Satu-satunya yang membuktikannya adalah
memasang APK rilis lalu membukanya — langkah itu tidak saya lakukan untuk build 55.
Mulai build 56 langkah itu wajib sebelum halaman unduh diperbarui.
Penyerahan: barang tidak bisa dihapus, lalu simpan ditolak
Selesai
“ada bug, saat di simpan di android ada pesan “isian tidak lengkap atau tidak sah” saya sudah input semua kecuali nomor telp dan keterangan”
Dua laporan Anda ternyata satu rangkaian. Baris rekomendasi tidak punya tombol hapus, jadi cara satu-satunya menyisihkan barang adalah menurunkan jumlahnya ke nol — dan server menolak seluruh penyerahan karenanya. Sekarang setiap baris bisa dihapus dan bisa dikembalikan, jumlah nol berarti “tidak jadi diserahkan”, dan penyerahan berisi barang pilihan Anda sendiri pun sah.
Penolakan yang kedua kalinya ternyata bukan nomor telepon maupun keterangan — keduanya memang boleh kosong. Yang kosong adalah sesi tugas: akun berperan petugas logistik murni tidak punya satu pun jalan membuka sesi sejak tombol “Mulai bertugas” dilepas dari layar itu. Sesi kini boleh kosong, karena ia konteks pelacakan, bukan syarat sahnya penyerahan.
Yang perlu Anda lakukan
Beri hak menu baru ke peran lain
Tiga menu baru — Master Karyawan, Master Ancaman, Laporan Serah Terima, dan Laporan Korban — hanya terlihat oleh super admin sampai Anda memberi haknya lewat layar Peran & Hak Akses. Sistem sengaja tidak memberikan hak baru secara otomatis kepada siapa pun.
Isi identitas penanda tangan BAST
Di Konfigurasi Sistem, kelompok “Berita acara serah terima”. Selama kosong, BAST tetap terbit tetapi bagian PIHAK PERTAMA dicetak bergaris kosong untuk diisi tangan.
Uji notifikasi ancaman saat aplikasi tertutup
Ini bagian yang belum pernah terbukti di perangkat sungguhan. Nyalakan sakelarnya di Akun, beri izin lokasi “Selalu”, tutup aplikasi, lalu masuk ke area ancaman yang Anda buat. Di Android keterlambatan beberapa menit itu normal — sistem operasi yang menentukan kapan membangunkan aplikasi. Di iPhone ini kali pertama kodenya berjalan di perangkat.
Naikkan nomor versi setiap rilis
Popup pembaruan membaca nomor versi terbaru dari Konfigurasi Sistem. Untuk build 58 sudah saya isikan. Bila kelak lupa dinaikkan, popupnya tidak akan pernah muncul walau ada versi baru.
Menunggu jawaban Anda
35 jenis dampak, bukan 39
perlu konfirmasi
Berkas Rekap Anda berisi 42 kolom: 6 kolom tetap, 35 jenis dampak, dan Taksiran Kerusakan yang berupa rupiah, bukan dampak. Yang diisikan ke Master Dampak 35. Beri tahu bila yang Anda maksud memang 39.
Empat satuan dampak yang saya tebak
perlu dinilai
KOLAM, HUTAN (saya pakai hektar), R2/R3 dan R4/R6 (dikelompokkan non-infrastruktur sebagai harta bergerak), dan TEBING. Semuanya bisa Anda ubah sendiri lewat Master Dampak.
Nomor BAST tidak bisa otomatis
perlu keputusan
Tidak ada register nomor surat keluar di aplikasi. Yang diturunkan dari data hanya bulan Romawi dan tahun; angka klasifikasinya diambil dari Konfigurasi Sistem.
Akun admin dipakai bersama
perlu keputusan
Sandi akun 081328000001 sempat diubah pihak lain sehingga Anda terkunci. Selama akunnya dipakai beramai-ramai, kejadian ini akan berulang. Lebih aman tiap orang punya akun sendiri dengan perannya masing-masing — layar Pengguna Web sudah mendukungnya.
Halaman ini bersifat internal. Rincian teknis per butir tersimpan di berkas proyek.
← daftar dokumen